JARINGAN
KOMPUTER
USULAN
PEMANFAATAN PRIVATE CLOUD UNTUK KEHANDALAN DI DALAM JARINGAN KOMPUTER
PADA
MINIMART PAD2 LEGIAN KUTA
Oleh:
NIM : 1201030005
NAMA : LUH
SARIASIH
PROGRAM STUDI : SistemInformasiAkuntansi
DOSEN : I PUTU AGUS EKA
PRATAMA, S.T., M.T. ,
MATA KULIAH : JARINGAN KOMPUTER
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN
INFORMATIKA DAN KOMPUTER ( STMIK ) PRIMAKARA
2015
JARINGAN
KOMPUTER
USULAN
PEMANFAATAN PRIVATE CLOUD UNTUK KEHANDALAN DI DALAM JARINGAN KOMPUTER
LUH SARIASIH
Abstrak
Kemajuanteknologiinformasitelahmembuat
proses danstrategibisnisberubahdengancepat, teknologi yang duluhanyamenjadipelengkapdari
proses bisnis suatu perusahaan sekarang dijadikan sebagai bagian dari proses
bisnis itu sendiri. Sehingga dibutuhkan pemanfaatan teknologi secara tepat untuk
mendukung kearah pencapaian tersebut. Cloud Computing muncul sebagai layanan
yang dapat memungkinkan pengguna atau perusahaan untuk melakukan akses secara elektronik
terhadap teknologi informasi. Software as
a Service adalah layanan berupa aplikasi yang dapat digunakan oleh pengguna
yang berjalan pada Infrastruktur Cloud. Untuk itu akan mengimplementasikan
Cloud Computing Software as a Service untuk
usulan pemanfaatan private cloud untuk kehandalan di dalam jaringan komputer.
Kata Kunci :
Cloud Computing, Software as a
Service, Virtual Private Server
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Cloud
computing merupakan metafora dari jaringan komputer/ internet, dimana cloud
(awan) merupakan penggambaran dari jaringan komputer/internet yang di abstraksi
dari infra struktur komplek yang di sembunyikan. Pada cloud computing sumber daya
seperti processor/computing pover, storage, network, software menjadi abstrak
(virtual) dan diberikan sebagai layanan di jaringan internet. Dengan menggunakan
teknologi cloud computing kita dapat menggabungkan beberapa perangkat komputer menjadi
satukesatuan (cluster) dan membuat banyak server pada satu perangkat komputer dengan
virtualisasi. Jadi bisa dikatakan cloud computing merupakan penggabungan teknologi
jaringan komputer, virtualisasi dan cluster.
Pt.
Global Retailindo Pratama (Minimart) merupakan perusahaan yang bergerak dibidang
retail, yaitu suatuusaha yang menjual jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga atau rumah
tangga. Visi dan misidari minimart itu sendiri adalah menjadi jaringan retail
yang modern ,mengedepankan kepuasaan pelanggan, inovatif dan mampu bersaing secara
global. Disini akan membahas tentang usulan pemanfaatan private cloud untuk keandalan
di dalam jaringan komputer pada MINIMART yang bercabang di PAD2 Legian, Kuta,
Bali. Di era ini pada setiap perusahaan pasti tidak akan terlepas dari jaringan
komputer.
Disini
semua perangkat yang berada di Minimart PAD2 dan minimart di tempat lain menggunakan
layanan basis data, layanan ini dikhususkan untuk basis data, dimana basis data
kita tersebut di simpan di cloud, dan dapat diakses secara aman, cepat dan terpercaya.
Khususnya komputer yang ada di PAD2 sering mati tanpa sebab, dan pada saat sedang
bertransaksi komputer mati tanpa sebab. Sedangkan IT dari minimart sudah mengecek
tidak ada kesalahan apapun, dan alatnya pun masih berfungsi bagus. Tapi masih
juga mengalami hal yang sama.Maka Penulissan tertarik untuk membuat penelitian dengan
judul“Usulan Pemanfaatan private cloud
untuk keandalan di dalam jaringan komputer study kasus (Minimart di PAD2 Legian)”.
1.2
RumusanMasalah
Berdasarkan
latar belakang tersebut, maka perumusan masalah yang dapat di sampaikan adalah sebagai
berikut :
1. Bagaimana
cara mengatasi masalah pada informasi (file) jarak jauh ?
2.
Bagaimana infrastruktur Cloud Computing?
1.3
Solusi
1. server
private cloud storage dirancangpada web hosting.
2.
Untuk mengetahui infrastruktur Cloud Computing.
1.4
DesainSolusi

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1. Definisi cloud computing
Buku
SmartCity Cloud Computing yang ditulis oleh I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T.
, Smartcity atau secara harifah berarti kota pintar merupakan suatu konsep
pengembangan penerapan suatu konsep dan implementasi teknologi yg diterapkan
untuk suatu wilayah, khususnya perkotaan sebagai sebuah interaksi yang kompleks
diantara berbagai sistem yang ada di dalamnya.Disini digunakan kata City (kota)
untuk merujuk kepada kota sebagai pusat dari sebuah negara atau wilayah, dimana
suatu kehidupan berada(Pemerintahan, perdagangan, pendidikan, kesehatan,
pertahanan, dll)Demikian juga dengan pusat pemukiman penduduk dimana jumlah
penduduk di kota relatif lebih baanyak dibanding wilayah lainnya (misal
desa/subkota).Kota menjadi daya tarik orang untuk menetap. Di Indonesia
sendiri, urbanisasi mengacu kepada perpindahan masyarakat dari desa ke kota
untuk memperoleh penghidupan(kerja) maupun pendidikan.
Sedangakn
Cloud Computing adalah adalah gabungan pemanfaatan Teknologi Komputer
(Komputasi) dan pengembangan berbasis internet ('awan'). Awan (cloud) adalah
metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram
jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer
tersebut,awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari
infrastruktur kompleks yang disembunyikannya.Ia adalah suatu metoda komputasi
di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan
(as a services) sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat internet ("di
dalam awan") tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli
dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang
membantunya.
Menurut
sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing "Cloud
Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di
server di Internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client)
termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer
tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain. Penyedia komputasi awan
menawarkan jasa mereka sesuai dengan beberapa model dasar:

Dengan
kedua konsep ini akan memudahkan para pengguna internet dan para pekerja
pekerja di kota menjadi mudah untuk bertukar informasi dan data, terlihat
sekali banyak perubahan yang terjadi setelah munculnya Cloud Computing dan
penerapan konsep Smart City yang asalnya hanya menggunakan masing masing
komputer dan sulit untuk berbagi data antara komputer satu dengan komputer yang
lain, kini dengan munculnya konsep tersebut makin memudahkan para pengguna
komputer berbagi data dan informasi melalui Internet, pengguna sudah sangat
dimanjakan agar mempermudah pengiriman data, dengan kata lain kita bisa
menggunakan file orang lain dengan cara share dan kita pun bisa share file yang
kita miliki, selain itu kita bisa menggunakan hardware lain selain Komputer
untuk mengolah data tersebut ,seperti gambar dibawah ini :

Gambar
di atas melambangkan bahwa semua platform yang menggunakan internet bisa mengakses
Cloud Computing seperti yang sudah dibahas di atas. Maka yang jadi
pertanyaannya adalah dimana data data kita disimpan? dengan konsep Cloud
Computing dan ini data disimpan pada suatu storage yang sangat besar yang
memungkinkan data data dapat ditampung dan dapat dibagikan kepada orang lain
ataupun data yang rahasia bisa kita simpan dan tidak dibagikan kepada orang
lain. Jika dibandingkan dengan storage yang kita miliki berupa harddisk,
flashdisk dan lain-lain Cloud Computing lebih aman dibandingkan media media
yang kita gunakan saat ini, karena data yang disimpan tidak akan hilang sampai
kapanpun, berbeda dengan harddisk yang kita gunakan, bisa saja harddisk
mengalami bad sector dan data yang berada di dalamnya tidak bisa diselamatkan,
pada akhirnya kita harus memulai dari awal untuk pengumpulan data data yang
sebelumnya sudah hilang.
Untuk
pencegahan seperti kasus berikut kita bisa menggunakan fasilitas Cloud
Computing dengan cara Upload dan mem-Backup file file yang berada pada harddisk
kita agar jika terjadi hal yang tidak di inginkan kita dapat mengambil file nya
kembali pada Storage CLoud.
Dengan Metode yang diterapkan oleh Smart City atau Kota Pintar ini kita tidak akan kecolongan lagi dengan kehilangan file dan lain lain, sehingga perusahaan perusahaan besar di perkotaan sangat baik jika menggunakakn teknologi Cloud Computing ini.
Dengan Metode yang diterapkan oleh Smart City atau Kota Pintar ini kita tidak akan kecolongan lagi dengan kehilangan file dan lain lain, sehingga perusahaan perusahaan besar di perkotaan sangat baik jika menggunakakn teknologi Cloud Computing ini.
Latar belakang kemunculan Cloud computing didasari
atas kebutuhan dunia industri dan komputerisasi akan pemanfaatan bersama sumber
daya komputasi yang tersebar namun dapat digunakan sesuai keperluan (on
demand). Teknologi sebelumnya seperti Grid computing belum dapat memenuhi
kebutuhan ini dengan baik. Hal ini mendorong munculnya teknologi cloud
computing. Selain itu, teknologi cloud computing muncul didukung dengan adanya
teknologi web 2.0, web service, serta system komputerisasi otomatis terkait
dengan manajemen sumber daya yang dimilikinya.
Cloud
computing memiliki sejumlah nilai lebih dibandingkan dengan teknologi-teknologi
pendahulunya, antara lain :
·
Kemudahan
menggunakan aplikasi secara bersama dan online tanpa perlu proses instalasi
·
Dapat
diterapkan di jaringan lokal dan publik
·
Penghematan
Biaya terkait poin 1 dan 2
·
Layanan
penyimpanan data dan informasi secara online
·
Layanan
komputasi dengan system tersebar
·
Kemudahan
untuk digunakan oleh sebanyak mungkin system operasi
·
Kemudahan
dalam pengembangan aplikasi secara bersama dan online
·
Kemudahan
dalam berbagi dan menggunakan layanan infrastruktur (hardware dan software)
Terdapat 5
karakteristik khusus pada layanan cloud computing, yaitu :
1. On Demand Self Service
Pengguna layanan cloud dapat secara
mandiri menyediakan semua keperluan dan kapabilitas terkait dengan komputasi pada
cloud computing.
2. Broad Network Access
Layanan
Cloud memerlukan akses jaringan komputer yang memadai, baik pada internet,
intranet, maupun keduanya.
3. Resource Pooling
Sumber Daya
(Resource) komputasi dapat diberdayakan secara bersama-sama dengan lokasi fisik
yang berbeda-beda
4. Rapid Elasticity
Layanan
Cloud bersifat elastis sehingga dapat memenuhi semua kebutuhan pengguna yang
bersifat on demand (sesuai kebutuhan)
5. Measured Service
Layanan pada
cloud dapat diukur dan dapat dikontrol secara cepat dan otomatis.
Cloud
computing memiliki 3 komponen utama, yaitu :
1.
Node
Controller (NC)
Komponen cloud computing yang
berfungsi untuk melakukan control atau mengatur node (komputer) pada system
cloud computing.
2.
Cluster
Controller (CC)
Komponen cloud computing yang
berfungsi melakukan system paralel beberapa node untuk pengerjaan bersama-sama
atau beberapa buah tugas yang diberikan.
3.
Cloud
Controller (CLC)
Komponen yang berhubungan langsung
dengan pengguna pada cloud computing.
Cloud
computing memiliki 3 model layanan, yaitu :
1. IAAS (Infrastructur As A Service)
Merupakan jenis layanan cloud
computing yang lebih menekankan kepada layanan penyediaan sarana jaringan
komputer, perangkat keras jaringan, komputer server, media penyimpanan,
processor, serta proses virtualisasi yang menunjang proses komputasi
Fitur yang
disediakan antara lain :
·
Pilihan
Virtual Machine, dimana hal ini merupakan kunci utama cloud computing
·
Penyediaan
OS yang sudah terinstalasi agar memudahkan pengguna
·
Penyediaan
storage
·
Fitur untuk
proses optimisasi
·
Menyediakan
beragam aplikasi dan tool untuk beragam tujuan.
Contoh-contoh
layanan cloud IAAS di dunia :
·
Amazone Web
Service
·
Go Grid
Cloud Hosting
·
Apache Open
Stack
·
Abiquo
·
Microsoft
Windows Azure
2. PAAS (Platform As A Service)
Merupakan jenis layanan pada cloud
computing yang menekankan kepada penyediaan platform untuk membantu proses pengembangan
perangkat lunak secara cepat dan mudah. Layanan PAAS umumnya berbentuk web
untuk memudahkan pengguna awam dalam mengembangkan aplikasi tanpa perlu merubah
atau mengatur sekian banyak kode program.
Cloud PAAS
dapat dikategorikan menjadi 4 bagian berdasarkan produk atau layanan platform
yang diberikan, yaitu :
·
Social
Application Platform (Jejaring Sosial)
·
Raw Compute
Platform (Aplikasi komputasi raw)
·
Web
Application Platform (Aplikasi berbasis web)
·
Business Application
Platform (Aplikasi Bisnis)
Contoh-contoh
layanan cloud PAAS di dunia :
·
Cloudify
·
Flynn
·
Open Stack
·
PAAS Marker
3. SAAS (Software As A Service)
Layanan Cloud computing dalam bentuk
pemakaian bersama perangkat lunak (aplikasi). SAAS merupakan layanan cloud
computing yang paling banyak digunakan, khususnya pengguna yang tidak terlalu
mempunyai pengetahuan teknis di instalasi dan konfigurasi. SAAS biasanya
berbentuk tatap muka web dengan disertai beragam aplikasi bisnis di dalamnya.
Contoh-contoh
layanan cloud SAAS di dunia :
·
Layanan
e-mail yahoo
·
Layanan
Collaboration Application dari ZOHO
·
Layanan
Customer Relationship Manager (CRM) dari salesforce
Terdapat 4
model deployment cloud computing, yaitu :
1. Private Cloud
Model deployment cloud computing
yang ditujukan untuk pengguna yang terbatas pada kalangan tertentu saja seperti
sekolah, perpustakaan, kantor, dll.
Tujuan utama
private cloud yaitu :
·
Hemat Biaya
·
Privasi
·
Latar
Belakang Pengguna
Private
Cloud memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, antara lain :
Kelebihan :
·
Hemat Biaya
·
Bersifat
privasi dan relative aman
·
Tidak
bergantung pada layanan cloud di luar
·
Bersifat lebih
sederhana
Kekurangan :
·
Memerlukan
tenaga, waktu, dan biaya tersendiri dalam mengelola dan merawat private cloud
·
Tidak cocok
untuk organisasi yang tidak memiliki pengetahuan tentang teori cloud computing
·
Tidak cocok
diterapkan oleh organisasi yang proses bisnisnya berkaitan dengan meletakkan
data di internet
2. Public Cloud
Model
deployment cloud computing dimana layanan diletakkan di lokasi public (Memiliki
IP public) sehingga dapat digunakan dengan mudah oleh seluruh pengguna.
Public cloud
memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, anara lain :
Kelebihan :
·
Sangat mudah
diakses dan digunakan
·
Tidak perlu
repot memikirkan penyediaan infrastruktur
·
Data dapat
dengan mudah disimpan dan dibagikan di storage cloud internet
·
Tidak perlu
bergantung kepada tenaga IT dalam mengakses
Kekurangan :
·
Biaya/investasi
besar untuk penyediaan akses internet, terutama perusahaan besar
·
Perlu
waspada dalam memfilter data di internet
·
Tidak dapat
digunakan tanpa ada akses internet
·
Sangat
bergantung pada penyedia layanan cloud
Contoh
layanan public cloud :
·
Layanan
e-mail google (Gmail)
·
Jejaring
sosial facebook dan twitter
·
Windows
Azure
·
Amazone EC2
·
SalesForce
3. Community Cloud
Model deployment cloud computing
yang dibangun oleh satu atau beberapa komunitas. Implementasi community cloud
digunakan untuk kepentingan organisasi tersebut. Karena dibangun bersama-sama,
maka dibutuhkan suatu tata aturan dalam mengatur tata kelolanya yang disebut
SLA (Service Level Agreement).
Tujuan
community cloud antara lain :
·
Memudahkan
organisasi dalam berbagi data antar anggota
·
Menyatukan
komunitas yang memiliki visi dan misi yang sama
·
Upaya
komunitas untuk bersama-sama menyediakan layanan cloud computing untuk umum
maupun pribadi (komunitas)
Community
cloud memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, antara lain :
Kelebihan :
·
Layanan
dapat dinikmati sesuai kebutuhan komunitas karena dibangun bersama-sama
·
Dapat
dipublikasikan untuk umum
·
Dapat dibuat
dengan cepat karena dibuat bersama-sama
Kekurangan :
·
Sangat
bergantung pada kelangsungan organisasi (seperti matinya suatu organisasi)
·
SLA berpengaruh
terhadap kelangsungan layanan yang disediakan community cloud
·
Menimbulkan
kerugian apabila digunakan dalam bisnis dan organisasi mengalami kendala
internal (perpecahan, penyalahgunaan SLA, kendala biaya, dll)
Contoh-contoh
layanan community cloud :
·
Open Cirrus
·
ATI Cloud
·
SITA
Community cloud
·
G-Cloud di
UK
4. Hybrid Cloud
Merupakan gabungan antara private
cloud dan public cloud. Terdapat SLA yang merujuk pada data apa saja yang dapat
diletakkan baik di storage public cloud (internet) maupun private cloud
(intranet). Hal ini bertujuan untuk memudahkan manajemen keamanan dan tata
letak data.
BAB III
ANALISIS DARI
KESIMPULAN
3.1.Analisis
Hubungan antara web server
dengan API (Application Programming Interface)
adalah dalam pembuatan web server dimana web server merupakan sebuah halaman
HTML atau PHP, dimana fungsinya untuk mentransfer berkas atas apa yang diminta
oleh pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan. Dimana dalam
pembuatan halaman web tersebut programmer seringkali kesulitan dalam penggunaan
bahasa pemrograman. Oleh karena itu API bertugas untuk memudahkan seorang
programmer untuk mengembangkan dan membuat sistem web server karena di dalam
API berisi kumpulan perintah, fungsi, komponen, dan protokol yang dapat
digunakan oleh programmer.
Berikutnya adalah dalam
penyimpanan data dalam pembuatan web yaitu, dimana dalam pengelolaan data ini
terdapat empat teknologi yang digunakan yaitu database sebagai tempat untuk
menyimpanan sebuah data, kemudian data warehouse sebagai database yang berisi
kumpulan query dan analisis transaksi, data mining berfungsi sebagai proses
pencarian knowledge (pengetahuan) dari database yang telah disimpan
sehingga dapat diambil suatu keputusan, dan yang terakhir open data berfungsi
agar semua orang dapat bebas megunakan, menerbitkan kembali, dan
menyebarluaskan data tanpa pembatas dari hak cipta.
Untuk terhubungnya web dengan
internet maka dibutuhkan teknologi yang berikutnya yaitu adalah socket
programing dimana socket programming meliputi aplikasi, port, dan Ip
Address sehingga layanan dalam web server dapat terhubung ke internet melalui
telco / operator.
Cloud Computing mengizinkan
pengguna untuk menggunakan sumber daya yang dimiliki secara bersamaan. Layanan
Cloud ini merupakan akhir dari setiap teknologi yang sudah saya bahas di
artikel sebelumnya dimana sebuah web akan memiliki data yang akan
diberikan kepada pengguna sehingga harus adanya database yang bersifat cloud
(internet).
3.2.Kesimpulan
Sebagai
manusia yang hidup di bumi sudah seharusnya kita sadar akan perlunya merawat
bumi demi kelangsungan hidup di masa yang akan datang. Banyak cara lain yang
dapat kita lakukan di kehidupan sehari-hari seperti melakukan efisiensi energi.
Mungkin terlihat sederhana di pandangan banyak orang, namun jika kita dapat melakukan
efisiensi energi sekecil mungkin dan banyak orang di penjuru dunia melakukannya
maka akan terlihat betapa besar energi yang dapat kita simpan. Smart home
merupakan salah satu sarana untuk melakukan efisiensi energi di dalam rumah.
Selain dapat melakukan itu, keamanan rumah kita terjamin.
3.3. Saran
berdasarkan penelitian di Minimart pad2 , agar
tidak terjadi lagi masalah yang sama di sarankan untuk penggantian hardware
khususnya cpu.
Daftar pustaka
-Agus
Eka Pratama, S.T.,M.T, I Putu. 2014. Handbook Jaringan Komputer : Teori dan
Praktik Berbasiskan Open Source. Bandung : Informatika ( Diakses pada tanggal
15 Maret 2015)
-Agus
Eka Pratama, S.T.,M.T, I Putu. 2014.Smart City Cloud Computing
-Agus
Eka Pratama, S.T.,M.T, I Putu. 2014.Wireless Sensor Network
